
Kendari, 12 Maret 2025 – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAuddasmen), Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., secara resmi membuka webinar WEKOILA (Webinar Edukasi, Kolaborasi, dan Inovasi untuk Optimalisasi Pembelajaran) yang diselenggarakan oleh BPMP Provinsi Sulawesi Tenggara pada Rabu, 12 Maret 2025, melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming. Webinar ini mengusung tema “Kupas Tuntas: Menjelajahi 8 Ruang di Platform Rumah Pendidikan yang RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, Harmonis).”
Dalam arahannya, Dirjen menegaskan pentingnya pendidikan bermutu untuk semua yang berlandaskan pada tiga konsep utama, yaitu inklusif, adaptif, dan partisipatif. Pendidikan bermutu untuk semua harus bersifat inklusif, di mana setiap individu, tanpa memandang latar belakang atau kondisi, berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas tanpa diskriminasi atau pengecualian. Selain itu, pendidikan harus adaptif dalam menghadapi perkembangan zaman, sehingga mampu menjadi alat untuk memastikan bahwa sistem pendidikan di Indonesia tidak ketinggalan zaman dan tidak tertinggal dari negara lain. Konsep ketiga, partisipatif, menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat luas dalam memastikan pendidikan yang berkualitas.
Dalam kesempatan ini, Dirjen juga menyampaikan tiga terobosan penting yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Terobosan pertama adalah penguatan karakter atau akhlak. Menteri Pendidikan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Agama telah mengeluarkan Surat Edaran Bersama yang menegaskan pentingnya pendidikan karakter di satuan pendidikan. SE ini mencakup 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), serta program Pagi Ceria yang menggalakkan kebiasaan menyanyikan lagu Indonesia Raya, berdoa, dan senam pagi. Riset menunjukkan bahwa karakter siswa menentukan lebih dari 49% prestasi anak, sehingga pembentukan karakter harus menjadi prioritas, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
Terobosan kedua adalah pembelajaran mendalam atau deep learning, yang bertujuan memastikan pembelajaran berlangsung secara joyful, meaningful, dan mindful. Hal ini dapat dicapai dengan mengoptimalkan empat aspek utama dalam diri anak, yaitu olah raga, olah pikir, olah rasa, dan olah kalbu, guna mewujudkan delapan dimensi profil lulusan anak Indonesia.
Terakhir, terobosan ketiga adalah penyediaan layanan pendidikan yang adaptif melalui Rumah Pendidikan. Ini merupakan sebuah super aplikasi yang memberikan layanan kepada seluruh pemangku kepentingan pendidikan, termasuk ruang murid, ruang guru, dan ruang sekolah, dengan total delapan ruang yang disediakan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan secara digital.

Webinar ini diikuti oleh lebih dari 800 peserta dari berbagai daerah, mencakup pendidik, tenaga kependidikan, serta pemerhati pendidikan. Melalui paparan narasumber, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai implementasi Rumah Pendidikan serta strategi peningkatan mutu pembelajaran yang lebih responsif dan berkelanjutan.
Dengan adanya webinar ini, diharapkan Rumah Pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pemangku kepentingan sebagai platform utama dalam mendukung ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan berdaya saing. (iasa)
Publikasi Terkait :
BPMP Sultra Goes to School: “Makan Sehat Bergizi” untuk Generasi Unggul Sulawesi Tenggara
Kepala BPMP Sultra Pantau Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Konawe
Membentuk Karakter Hebat di Sekolah: BPMP Sultra Sosialisasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di SMPN 13 Kendari
BPMP Sultra Matangkan Persiapan Menuju Penilaian TPN ZI-WBK
Pertemuan Pagi Ceria: Semangat Anak Hebat Sultra Sambut Hari Anak Nasional 2025
Semarak Pembukaan PORSENI BPMP Sultra 2025