Buton Utara Bergerak: Pendidikan Meningkat, Kolaborasi Kunci Percepatan

Kulisusu, 8 April 2026 — Kualitas pendidikan di Kabupaten Buton Utara (Butur) masih menghadapi tantangan, namun arah perbaikannya mulai terlihat nyata. Di tengah kondisi yang masih berada di bawah standar, sinyal optimisme menguat setelah kunjungan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara, Junaiddin Pagala, bersama Wali Wilayah Butur ke Kantor Bupati Buton Utara.

Dalam suasana santai namun penuh makna, pertemuan dengan Bupati Buton Utara, Dr. H. Afirudin Mathara, S.H., M.H., dan Wakil Bupati menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan langkah. Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Buton Utara, diskusi ini menjadi titik tekan pada masa depan pendidikan Butur.

Perhatian utama langsung mengarah pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan. Junaiddin menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus ditopang kolaborasi kuat antara BPMP dan Dinas Pendidikan. Dampaknya sudah mulai terlihat: Rapor Pendidikan Butur menunjukkan tren peningkatan, bahkan menempatkan Butur di peringkat 6 se-Sulawesi Tenggara—sebuah capaian yang patut diapresiasi, sekaligus menjadi pengingat bahwa pekerjaan belum selesai.

Lebih jauh, arah perencanaan pendidikan kini didorong untuk lebih tajam dan berbasis data. Indikator-indikator prioritas menjadi fokus utama, dengan pendekatan “treatment” langsung ke satuan pendidikan. Penyusunan langkah tindak lanjut dilakukan berbasis Rapor Pendidikan, sehingga intervensi yang diberikan tidak lagi umum, tetapi spesifik pada kebutuhan sekolah.

Dampaknya tidak hanya terasa di level sekolah. Indeks SPM pendidikan Butur yang terus meningkat menunjukkan implikasi langsung terhadap kinerja daerah secara keseluruhan. Pendidikan tidak lagi diposisikan sebagai sektor pelengkap, tetapi sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Tak hanya itu, Buton Utara juga mulai mengambil langkah progresif melalui usulan program sekolah terintegrasi. Kabupaten ini menjadi salah satu daerah yang siap diverifikasi dalam waktu dekat. Jika terealisasi, model ini berpotensi menjadi solusi pemerataan layanan pendidikan yang lebih efektif.

Di sisi lain, penguatan kualitas data juga menjadi perhatian serius. Peningkatan indeks kualitas Dapodik menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap kebijakan berbasis pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat arah kebijakan pendidikan di Buton Utara. Ketika data, kebijakan, dan komitmen bertemu, perubahan mulai terbentuk. Buton Utara memang belum sempurna, tetapi arah perjalanannya kini semakin jelas—menuju pendidikan yang lebih berkualitas dan berdampak.