PROFIL INOVASI
BPMP SULTRA GOES TO SCHOOL
Memacu Internalisasi Program Prioritas Kemendikdasmen Demi Peningkatan Mutu Pendidikan

INDIKATOR I
KEBARUAN
Inovasi BPMP Sultra Goes to School dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter, kesehatan, dan kebiasaan positif peserta didik sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan. Penyebarluasan informasi dan Implementasi kebijkan pemerintah terkait program prioritas seperti Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK), Gerakan Sekolah Sehat (GSS), dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) masih memerlukan pendekatan yang lebih kontekstual, praktis, dan mudah dipahami oleh peserta didik. Di sisi lain, keterbatasan ruang interaksi langsung antara BPMP dan peserta didik menyebabkan pesan program belum tersampaikan secara optimal.
Sebagai respons, BPMP Sultra Goes to School dihadirkan sebagai pendekatan sekaligus strategi baru dimana BPMP Sultra hadir di satuan pendidikan untuk berinteraksi langsung dengan peserta didik secara partisipatif dan bermakna. Kegiatan ini tidak hanya menyampaikan materi PPK, GSS, dan G7KAIH, tetapi juga mengintegrasikan literasi finansial sebagai bekal kecakapan hidup.
Output kegiatan meliputi:
- Tersosialisasikannya nilai karakter melalui program PPK, GSS, dan G7KAIH pada jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK.
- Meningkatnya pemahaman literasi finansial.
Outcome yang diharapkan:
- Nilai karakter positif terinternalisasi dalam kebiasaan sehari-hari peserta didik.
- Peserta didik mampu menerapkan literasi finansial dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah pelaksanaan:
- Persiapan melalui koordinasi internal, dinas pendidikan, satuan pendidikan, dan mitra.
- Pelaksanaan di sekolah melalui senam bersama, penyampaian materi, kuis interaktif, dan penutup.
- Evaluasi melalui kuis, testimoni, dan angket daring.
- Publikasi dan pelaporan.
Unsur kebaruan inovasi:
- Perubahan pendekatan dari koordinatif menjadi intervensi langsung kepada peserta didik.
- Integrasi multi-program (PPK, GSS, G7KAIH) dalam satu kegiatan terpadu.
- Penambahan literasi finansial sebagai penguatan kecakapan hidup.
- Metode penyampaian partisipatif dan menyenangkan.
- Kolaborasi lintas sektor yang lebih luas, produktif dan fungsional.
INDIKATOR II
EFEKTIVITAS (MONITORING DAN EVALUASI)
Pemantauan pelaksanaan inovasi BPMP Sultra Goes to School dilakukan melalui tiga teknik utama, yaitu kuis, video testimoni, dan angket daring.
Kuis dilaksanakan di sela-sela maupun di akhir penyampaian materi sebagai alat ukur pemahaman peserta didik terhadap substansi PPK, GSS, dan G7KAIH. Pertanyaan disusun sesuai materi yang disampaikan dan dikemas secara interaktif serta menyenangkan. Kuis dipandu oleh tim BPMP Sultra dengan pemberian apresiasi berupa hadiah atau suvenir bagi peserta didik yang menjawab dengan cepat dan tepat, sehingga mampu meningkatkan partisipasi dan antusiasme.
Video testimoni digunakan untuk menggali respon kualitatif dari peserta didik, kepala sekolah, dan mitra. Testimoni dilakukan pada setiap kunjungan, berisi pengalaman, kesan, serta saran terhadap pelaksanaan kegiatan. Hasil testimoni kemudian dipublikasikan melalui media sosial resmi BPMP Sultra sebagai bentuk transparansi dan diseminasi praktik baik.
Angket daring digunakan untuk mengukur persepsi peserta didik terhadap BPMP Sultra dan pelaksanaan program, meliputi aspek kebermanfaatan materi, pengaruh terhadap motivasi belajar, perubahan karakter positif, serta harapan terhadap keberlanjutan program. Pengumpulan data melalui angket pertama kali dilakukan pada tahun 2024 di SMAN 2 Kendari.
Pada tahun 2025, kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan di empat satuan pendidikan, yaitu SMAN 1 Raha, SMAN 1 Unaaha, SMAN 5 Kendari, dan SMKN 1 Kendari. Hasil pemantauan ini menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaan program.
INDIKATOR III
BERMANFAAT (DAMPAK)
BPMP Sultra Goes to School memberikan manfaat nyata dalam penguatan budaya positif peserta didik, khususnya pada dua aspek utama:
- Terjadinya transformasi nilai dan karakter positif, ditandai dengan meluasnya jangkauan intervensi (2024-2026), yang meningkatkan internalisasi nilai PPK, GSS, dan G7KAIH, serta berdampak pada iklim sekolah yang lebih kondusif, berkurangnya perundungan dan kekerasan, serta menurunnya pelanggaran aturan.
- Meningkatnya perilaku finansial peserta didik, ditunjukkan melalui kepedulian terhadap pengelolaan serta penggunaan uang tunai dan elektronik, serta meningkatnya kehati-hatian dalam bertransaksi, khususnya pada belanja daring.
Komponen | Sebelum (2024) | Sesudah (2025-2026) |
Jumlah sasaran peserta didik | 200 orang | 4000 orang |
Jumlah sasaran Sekolah | 5 sekolah pada 2 kab/Kota | 35 sekolah pada 7 kab/kota |
Substansi Materi Sosialisasi | PPK, GSS, MBG | PPK, GSS, MBG, G7KAIH, Pagi Ceria/Senam Anak Indonesia Hebat, Literasi Finansial |
Internalisasi Nilai/Karakter Positif | ü Sering terjadi perundungan dan kekerasan di lingkunagn satuan pendidikan ü Iklim satuan pendidikan masih kurang kondusif. | ü Terjadi penurunan kejadian perundungan dan kekerasan di lingkunagn satuan pendidikan ü Iklim satuan pendidikan semakin kondusif secara merata. ü Peserta didik Semakin termotivasi mengimplementasikan 7 KAIH |
Internalisasi Literasi Finansial | ü Peserta didik masih kurang peduli terhadap kondisi dan kelayakan uang dalam bertransaksi. ü Peserta didik belum memahami risiko serta aspek keamanan dalam bertransaksi, khususnya pada belanja daring dan penggunaan uang elektronik. | ü Peserta didik semakin peduli terhadap kondisi dan kelayakan uang dalam bertransaksi. ü Peserta didik bangga dan mencintai rupiah dengan pembiasaan 5J ü Peserta didik lebih memahami aspek keamanan dan kehati-hatian dalam bertransaksi, termasuk belanja daring dan penggunaan uang elektronik. |
INDIKATOR IV
KEBERLANJUTAN (SUSTAINABILITY)
Keberlanjutan BPMP Sultra Goes to School didukung oleh ketersediaan dan pengelolaan sumber daya yang efektif serta strategi yang terintegrasi.
- Dari sisi sumber daya, kegiatan didukung oleh:
- sarana dan prasarana berupa fasilitas satuan pendidikan, materi sosialisasi, serta dukungan operasional seperti suvenir.
- Sumber daya informasi (data pendukung pelaksanaan inovasi) meliputi data dasar kejadian kekerasan pada peserta didik (PPKSP), data implementasi Program Prioritas (Protas) tahun 2024, serta informasi kebijakan dan pelaksanaan program GSS dan MBG di Kota Baubau sebagai rujukan praktik dan penguatan kebijakan.
- sumber daya manusia melibatkan tim lintas fungsi, termasuk Tim Program Prioritas dan wali wilayah, dengan pembagian peran yang jelas.
- Dukungan anggaran bersumber dari DIPA BPMP Sultra dan mitra, yang dimanfaatkan untuk operasional kegiatan secara efisien.
- Strategi keberlanjutan dilakukan melalui tiga pendekatan.
- strategi institusional melalui dukungan kebijakan, penganggaran yang terintegrasi dalam program prioritas, serta pelaksanaan berdasarkan surat tugas resmi.
- strategi manajerial melalui penguatan kapasitas tim, pembagian peran, serta pembekalan materi untuk menjaga kualitas pelaksanaan.
- Strategi sosial melalui penguatan dan ekspansi kemitraan, yang semula melibatkan satu unit pada Bank Indonesia, kini berkolaborasi dengan tiga unit. Selain itu, kemitraan juga diperluas dengan Jasa Raharja dan Bursa Efek Indonesia untuk mendukung keberlanjutan program.
INDIKATOR V
DAPAT DITRANSFER (REPLIKASI)
Inovasi BPMP Sultra Goes to School memiliki tingkat replikabilitas yang baik melalui upaya difusi dan replikasi.
- Difusi, penyebarluasan inovasi dilakukan secara konsisten melalui publikasi setiap pelaksanaan kegiatan di media sosial resmi BPMP Sultra. Publikasi ini tidak hanya mendokumentasikan kegiatan, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan dan pembelajaran bagi pihak internal maupun eksternal.
- Replikasi, inovasi ini telah diadopsi oleh Komunitas GenBI melalui program GenBI Goes to School, yang menunjukkan adanya transfer gagasan dan model pelaksanaan kegiatan. Inovasi ini memiliki potensi yang kuat untuk direplikasi oleh dinas pendidikan dalam rangka menyosialisasikan kebijakan daerah secara langsung kepada peserta didik dengan pendekatan yang lebih partisip